Syair-Syair Abu Abdillah Jamal bin Furaihan

601
0
BERBAGI
BAB 29
Syair-Syair
265. Ibnu Baththah menyebutkan bait-bait ini, Asy Sya’bi ia berkata, Aly bin Abi Tahlib berkata kepada seorang laki-laki yang berteman dengan seseorang yang ia tidak suka laki-laki itu bergaul dengannya :
Janganlah berteman dengan saudara yang bodoh, hati-hatilah kamu dan jauhilah dia
Betapa banyak orang yang bodoh menjahili orang yang sabar ketika dianggap saudara
Seseorang itu dinilai dengan temannya ketika ia berjalan bersamanya
Dan sesuatu dengan yang lainnya mengandung kias dan keserupaan
Juga ruh dengan ruh yang lain sebagai bukti ketika saling bertemu
Orang yang cerdas jika ia melihat apa yang menakutkannya akan berjaga-jaga
Orang yang lalai akan tertipu seiring dengan peredaran masa ia akan tertimpa petaka
Siapa yang memahami perjalanan waktu tidak akan meremehkan nikmat yang ada padanya
Dan ia berkata –juga– :
Jika kamu tidak sakit berteman dengan orang sakit dan menjadi temannya berarti kamu orang yang sakit
266. Ibnu Baththah juga menyebutkan bahwa Abu Bakr bin Al Anbary berkata kepada kami, Ubay mengucapkan syair kepada Abul Atahiyah :
Siapa lagi yang akan tersamar bagimu jika kamu perhatikan teman dekatnya
Dan pemuda dengan wataknya merupakan tanda yang bercahaya di keningnya
267. Abu Bakr Al Arjaniy berkata dalam syairnya :
Ketika aku uji manusia aku meminta dari mereka teman yang dapat dipercaya ketika menghadapi kesulitan
Kelapangan dan kesulitan memperebutkan keadaanku aku berteriak ke seluruh penjuru adakah yang mau membantu
Aku tidak dapati kecuali banyak yang gembira dengan kesulitanku dan aku tidak temukan kecuali banyak yang iri dengan kebahagiaanku
268. Penyair lain berkata :
Siapa yang ingin meluaskan pergaulan hendaknya ia bertaqwa dan bersikap lembut
Menundukkan pandangan dari kejelekan orang yang berbuat jelek dan sabar dengan kejahilan teman
Inilah yang dapat kami kumpulkan. Semoga shalawat dan salam Allah limpahkan kepada hamba dan utusan-Nya, Muhammad serta kepada keluarga dan para shahabatnya.
Dikumpulkan oleh :
Abu Abdillah Jamal bin Farihan Al Haritsi
(Sumber : Kilauan Mutiara Hikmah Dari Nasihat Salaful Ummah, terjemah dari kitab Lamudduril Mantsur minal Qaulil Ma’tsur, karya Syaikh Abu Abdillah Jamal bin Furaihan Al Haritsi. Diterjemahkan oleh Ustadz Idral Harits, Pengantar Ustadz Muhammad Umar As Sewwed. Diambil dari www.assunnah.cjb.net.)