Kilauan Mutiara Hikmah Dari Nasihat Salaful Ummah V

366
0
BERBAGI
BAB 5
Tanda-Tanda Ahlus Sunnah
43. Imam Al Barbahary berkata :
“Jika kamu lihat seseorang mencintai Abu Hurairah, Anas bin Malik, dan Usaid bin Hudlair radliyallahu ‘anhum maka ketahuilah bahwa ia pengikut sunnah –Insya Allah– dan jika kamu lihat seseorang mencintai Ayyub, Ibnu ‘Aun, Yunus bin ‘Ubaid, ‘Abdullah bin Idris Al Audi, Asy Sya’bi, Malik bin Mighwal, Yazid
bin Zurai, Mu’adz bin Mu’adz, Wahb bin Jarir, Hammad bin Salamah, Hammad bin Zaid, Malik bin Anas, Al Auza’i, dan Zaidah bin Qudamah maka ketahuilah bahwa ia pengikut sunnah begitu pula jika ada seseorang mencintai Ahmad bin Hanbal, Al Hajjaj bin Al Minhal, Ahmad bin Nashr serta menyebut kebaikan mereka dan berpendapat dengan pendapat mereka maka ketahuilah ia adalah seorang Sunni.” (Syarhus Sunnah 119-121)
Saya (Jamal bin Farihan) mengatakan, dan jika kamu melihat pada masa kini ada seseorang yang mencintai para ulama di negeri ini (Saudi) dan negeri lainnya yang berpegang teguh dengan As Sunnah dan manhaj Salafus Shalih serta berpendapat dengan pendapat mereka maka ketahuilah bahwa ia adalah seorang Sunniy.
44. Kata beliau (ibid 107) :
“Dan siapa yang mengetahui apa yang dibuang dan ditinggalkan ahli bid’ah dari Sunnah ini dan ia justru berpegang teguh dengannya maka ia adalah pengikut Ahlus Sunnah wal Jamaah dan ia berhak untuk diikuti (diteladani), dibantu, dan dijaga bahkan dia termasuk yang dipesankan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.
45. Dan kata beliau (ibid 116) :
“Dan jika kamu lihat seseorang mendoakan kebaikan untuk penguasa maka
ketahuilah bahwa ia adalah pengikut Sunnah –Insya Allah–.”
Saya katakan ringkasnya : “Jika kamu lihat seseorang mencintai Ahli Sunnah di
mana pun berada dan benci kepada ahli bid’ah dan ahli ahwa’ di manapun mereka
menetap dan berpindah maka ketahuilah ia adalah Ahlus Sunnah.”
46. Abu Hatim berkata :
“Jika kamu lihat seseorang mencintai Imam Ahmad ketahuilah ia adalah pengikut Sunnah.” (As Siyar 11/198)
47. Dari Ja”far bin Muhammad ia berkata, saya mendengar Qutaibah berkata :
“Apabila kamu melihat seseorang mencintai Ahli Hadits seperti Yahya bin Sa’id dan Abdurrahman bin Mahdi dan Ahmad bin Hanbal serta Ishaq bin Rahawaih –ia menyebut beberapa orang lagi– maka ketahuilah bahwa ia berada di atas Sunnah dan siapa yang menyelisihi mereka maka ketahuilah bahwa ia seorang mubtadi’ (ahli bid’ah).” (Al Lalikai 1/67 nomor 59)
————————————–
BAB 7
Sebab-Sebab Hilangnya Agama
————————————–
56. Abdullah bin Ad Dailamy berkata :
“Sesungguhnya sebab pertama hilangnya agama ini adalah meninggalkan As Sunnah.
Agama ini akan hilang sunnah demi sunnah sebagaimana lepasnya tali seutas demi
seutas.” (Al Lalikai 1/93 nomor 127, Ad Darimy 1/58 nomor 97, dan Ibnu Wadldlah
dalam Al Bida” 73)
57. Ia juga berkata, saya mendengar Amru berkata :
“Tidaklah dilakukan suatu bid’ah melainkan akan bertambah cepat berkembangnya dan tidaklah ditinggalkan As Sunnah kecuali bertambah cepat hilangnya.” (Al Lalikai 1/93 nomor 128 dan Ibnu Wadldlah 73)
58. Dari Abdullah bin Mas”ud radliyallahu ‘anhu ia berkata :
“Ketahuilah hendaknya jangan satupun dari kalian bertaqlid kepada siapapun dalam perkara agamamu sehingga (bila) ia beriman ikut beriman bila ia kafir ikut pula menjadi kafir. Maka jika kamu tetap ingin berteladan maka ambillah contoh dari yang telah mati sebab yang masih hidup tidak aman dari fitnah.” (Al Lalikai 1/93 nomor 130 dan Al Haitsamy dalam Al Majma” 1/180)
59. Al Auza”i menyebutkan dari Hassan bin Athiyyah, ia berkata :
“Tidaklah suatu kaum berbuat satu bid’ah dalam Dien mereka melainkan Allah cabut dari mereka satu Sunnah yang semisalnya dan tidak akan kembali kepada mereka sampai hari kiamat.” (Ad Darimy 1/58 nomor 98)
60. Dari Yunus bin Zaid dari Az Zuhri ia berkata :
“Ulama kami yang terdahulu selalu mengingatkan bahwa berpegang teguh dengan As Sunnah itu adalah keselamatan dan ilmu akan tercabut dengan segera maka tegaknya ilmu adalah kekokohan agama dan dunia sedang dengan hilangnya ilmu hilang pula semuanya.” (Ad Darimy 1/58 nomor 16)
(Sumber : Kilauan Mutiara Hikmah Dari Nasihat Salaful Ummah, terjemah dari kitab Lamudduril Mantsur minal Qaulil Ma’tsur, karya Syaikh Abu Abdillah Jamal bin Furaihan Al Haritsi, . Diterjemahkan oleh Ustadz Idral Harits. Diambil dari www.assunnah.cjb.net.)